Showing posts with label NEWS. Show all posts
Showing posts with label NEWS. Show all posts

Sunday, July 24, 2011

SUPPORT #BNE WATER

Check this out,for your support,participate or donate...

Wednesday, February 16, 2011

SICK#2 @ Kelapa Gading



Friday, February 11, 2011

“ BERBEDA DAN MERDEKA 100%” #SUNDAY13TH




With NC+ @ Ciledug

With JMK @ Kuningan

Thursday, June 24, 2010

LPYDB at FIXER exhibition, North Art Space-Ancol





Karya teman-teman sedang dipamerkan di North Art Space hingga tanggal 28 juni 2010.

Terima kasih dan salut atas partisipasinya.
Karya teman-teman yang canggih ini mendapatkan apresiasi yang hebat dari publik.

bisa lihat di:http://www.facebook.com/group.php?gid=124950727536839&v=photos&ref=ts


Projek ini telah melibatkan 100 kreator dari berbagai background disainer grafis, seniman, mahasiswa, siswa SMA, dll dari berbagai kota

helo guno, Uteph D'circle Bin Waudin, Anggi Wirza , Wulang Sunu, Fajarr Ramadhan , Prasasti Dwiputri , Alli Al , Saifudin Ahmad, Feri Hatmoko Wijayanto, Tubagus Riski Darmawan , Saifudin Ahmad , Oshan Nurisa ,Pini Wini HotJunior ,Nanda Djogodimejo Kancutlizer, Eddo Christian , Pembangkank Acw , Aloysius Nitia ,Karyanto Budi Buddies ,Ian Hodob ,Aldiansyah Yudha Karimka Abdullah , Teguh Septian Arifianto , Ednk Moodmood , Ari Suprayogo, Jeany Pebriwayani , Priska Nur Asriani, Saifudin Ahmad, jj adibrata, Aripsandro Pirosa, Adek Marhaenika , Dent Dyeget , Ifdar Aji Risnanda , Ernest Meikel Tirta , Aghastyo Ghalis , Dndy Priangga Ibrahim , Zulham Efendi , Komplek Lukman Fauzie , Edo Gunarsono,-Muhammad Amerudin Syah , Catur Hadhi Dharma , Ache Si Andini , Muhammad Albar Ghiffar , Rizky Purwansyah , Chaka Endiers , Agus Susanto , Kirua Rei Noyamano , Shizuku Plasse Cage Raffaelli, Rizki Rahmatulloh , Puti Pelangi Anzani , Dedi Irwansah , Ardiya Rho , Fikri Azhar , Muhammad Faisal , Nicolas Josef ,Mochamad Salim M N , Danny Akatsuki Akonomaru , Ludzfi Sabdakir , Wandanu Anggara Wisnu PutraAdriandono , Toro Elmar ,Nicolas Josef , Gema Alfa Putra , Aditya Fachrizal Hafiz , Karyanto Budi Buddies , Kamengski Shop , Danz Evo Catkillers , Fajar Sidik , Juan Zaki , Ryan Popo , Sindi Ibnusina , Angga 'acip' Cipta , Dimas Rahardjo , واهيو إيكا ڤراستيي, Risky Prakoso , Supriyadi Pahlawan Yang Hilang , Fajar Shodiq , Jevri Romusha , Vauzie 'Vaps' , Arief Atto , Edi Acw , Galuh Retno Fitriadinata , Dio Lombardo Jordison , Andi Rharharha , M Sigit Budi Santoso , Sahal Abraham , Sigit Sang Wijaya , Aloysius Nitia , Mochamad Hasrul Indrabakti , Abi Rama , Robo Wobo , Farhan Muhamad Nugraha, Eko S Bimantara , Arie Gidah , dan MG Pringgotono


Telah mengahasilkan 113 Karya

seni seru seruan continuous .....
(siap-siap projek lanjutanya ma preeeeeen....thanks...)

Sunday, June 20, 2010

FUTURA2000







http://www.12ozprophet.com/index.php/features/

Saturday, June 5, 2010



Pendaftaran Lomba Graffiti “NEXT CREATIVE GENERATION”

Minggu, 27 Juni 2010
Pukul 11.00 – 14.00

di Mal Ciputra
Jl. Arteri S.Parman
Grogol
Jakarta

Hadiah berupa uang tunai, sertifikat, & souvenir:
• Juara I : Rp. 5.000.000,-
• Juara II : Rp. 3.000.000,-
• Juara III : Rp. 1.500.000,-
• Favorit : Rp. 1.000.000,

Pendaftaran ditutup hari Senin, 22 Juni 2010

Juri : Bujangan Urban & Popo

Syarat Kompetisi Lomba Graffiti:

1. Terbuka untuk pelajar SMA dan Mahasiswa.

2.Membayar uang pendaftaran sebesar Rp 20.000,- disertai kartu pelajar /
kartu mahasiswa.

Formulir pendaftaran dapat diambil di : (dengan janji
terlebih dahulu)
• Gardu House, Jl.Madrasah Komplek departemen agama no.12 gandaria selatan , fatmawati jakarta selatan 02193670048 (JABLAY)
• Kampung Segart (Kampus Tercinta IISIP): 02185433660 (ASHTWO)
• Ruangrupa, jalan Tebet Timur Dalem Raya no 6, Jakarta Selatan: Maya 021 98076882
• Kampus IKJ : Ipul 02192329934 / 0857817302333.

3. Peserta akan mendapatkan :
• 1 lembar triplek warna putih berukuran 2,44m x 1,22m
• Cat dengan 5 warna dasar : biru, merah, kuning, hitam, dan putih
• Piagam keikutsertaan lomba

4. Setiap peserta tidak boleh membawa asisten CREW.

5. Setiap peserta wajib membawa perlengkapan lomba sendiri.

6. Setiap peserta wajib menjaga kebersihan di areal gambar (menjadi pertimbangan juri untuk nilai).

7. Setiap peserta dilarang menggunakan narkoba dan alkohol sebelum dan saat menggambar.

8. Karya yang dibuat tidak boleh mengandung SARA & Pornografi.

9.Tema karya tulisan graffity disesuaikan dengan tema event “Next
Creative Generation” yang berlangsung di Mal Ciputra Jakarta.

10. Karya diperbolehkan menggunakan alat bantu (stensil, pilox, lakban, atau media bantu lain untuk membuat gambar).

11.Setiap peserta wajib melakukan pendaftaran ulang dan menghadiri
technical meeting di Mal Ciputra Jakarta - Ruang Serba Guna Amadeus
Lt.5 pada Jumat, tanggal 25 Juni 2010. Pk. 17.00 WIB (akan dimulai
tepat waktu).

12. Perlombaan akan dimulai tepat waktu dan tidak akan ada perpanjangan waktu bagi peserta yang terlambat.

13.Pengambilan nomor peserta akan dilakukan pada saat pendaftaran ulang
dan wajib dipakai oleh setiap peserta selama perlombaan berlangsung.

14. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada hari yang sama.

15. Hasil karya peserta akan menjadi hak milik Mal Ciputra Jakarta.

16. Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak, tidak dapat diganggu gugat, dan tidak diadakan korespondensi.

17.Bilamana di kemudian hari terjadi atau timbul perbedaan pendapat, maka
pihak panitia dan peserta sepakat untuk menyelesaikannya dengan cara
musyawarah.

18. Peserta yang telah menandatangani formulir pendaftaran lomba bersedia mematuhi semua ketentuan lomba yang berlaku.

Informasi: Maya 0819 32147525 / 021 98076882

Saturday, May 29, 2010

KING BNE











Saturday, May 22, 2010

SIDIK JARI

Sunday, March 14, 2010

EVENT EVENT AND EVENT...

MONSTER GOES OUT AT NIGHT A Solo Exhibition


Curated by Alia Swastika at dGallerie Jl. Barito I no.3 Kebayoran Baru, Jakarta. Opening Night: Friday 5 March 2010. 7 PM.
Exhibition: 6 - 21 March 2010.
Curatorial notes after the jump.

Dalam beberapa tahun terakhir, seni jalanan (terjemahan bebas atas street art) telah berkembang menjadi salah satu genre penting dalam ranah seni rupa kontemporer, terutama berkaitan dengan makin populernya isu tentang perkotaan dan ruang publik. Selama dasawarsa 1990an, seni jalanan ini menjadi bagian penting dari gerakan-gerakan seni alternatif yang terutama berkembang di kota-kota besar pusat industri dan pendidikan. Setelah sekian lama diidentifikasi sebagai arus pinggiran, bagian dari perlawanan, pada akhirnya seni jalanan ini menjadi bagian pula dari arus utama dalam gerakan seni rupa global. Seniman-seniman seni jalanan telah diundang untuk turut berpartisipasi dalam berbagai pameran penting di institusi penting, seperti museum dan biennale/triennale internasional, serta dianggap sebagai seniman kontemporer dengan pengaruh yang kuat dalam perkembangan seni rupa global. Di sisi yang lain, berkaitan dengan pasar seni rupa, yang harus diakui merupakan faktor determinan dalam ranah seni kontemporer, beberapa orang seniman dari genre ini berhasil menembus harga pasar yang cukup tinggi, sehinggga eksistensi kapitalnya diperhitungkan pula. Dari sinilah, diselenggarakan pameran-pameran yang khusus berupaya menunjukkan konteks dan kecenderungan baru dari seni jalanan mulai kerap diselenggarakan. Sebuah institusi seni rupa kontemporer yang paling berpengaruh di Perancis, yakni Foundation de Cartier, menyelenggarakan satu pameran mengenai seni jalanan ini pada Juni hingga Oktober 2009. Dalam pameran ini, dapat dilihat bagaimana seni jalanan telah mendapatkan posisi yang penting dalam ranah seni rupa kontemporer. meskipun berupaya untuk mempertahankan semangat kebebasannya, seluruh cara pameran dirancang dan bagaimana karya-karya direpresentasikan menunjukkan kecenderungan untuk membuat seni jalanan menjadi sesuatu yang memiliki bobot wacana yang sama penting dan seriusnya dengan genre seni yang lain. Selain menunjukkan keragaman ekspresi artistik dalam genre seni jalanan, pameran ini juga memberikan bingkai wacana yang mengaitkannya dengan budaya anak muda, isu-isu ruang publik dan persoalan identitas/multikulturalisme. Mereka memajang karya-karya dari beberapa orang seniman jalanan yang paling berpengaruh di Eropa dan Amerika, serta menyediakan pula ruang untuk mendisplay material dokumentasi dari perkembangan seni jalanan hampir di seluruh dunia. Dari jalanan, seniman-seniman ini memasuki ruang-ruang formal, sesuatu yang dulu, barangkali, pernah mereka lawan. Kontroversi yang menarik berkaitan dengan kehadiran seni jalanan dalam institusi formal seni rupa ini adalah bagaimana transformasi medium dari sesuatu yang nyaris tanpa aturan menjadi sesuatu yang mengenal batasan. Jika pada dasarnya seni jalanan berlangsung di ruang-ruang yang bebas, yakni jalanan, tetapi sekarang dengan ruang yang baru, dengan sekat-sekat dinding dan prosedur formal, seniman juga ditantang untuk merespon ruang dengan pendekatan artistik yang baru. Eksperimentasi-eksperimentasi baru mulai dilakukan, misalnya dengan buat karya-karya di atas kanvas, di atas kayu atau papan, dengan pendekatan yang lebih artistik dan tidak terlalu liar. Selain berharga dalam rangka proses pengayaan eksperimentasi para senimannya, dalam dunia seni rupa global, masuknya seni jalanan ke ruang formal ini juga membuka kemungkinan baru atas kosa visual baru yang segar dalam khazanah seni rupa kontemporer. Berkaitan dengan lukisan, misalnya, transformasi dari dinding bangunan di jalan menjadi kanvas, juga memberikan tawaran baru yang mengombinasikan aliran komik figurative dengan abstrak, atau surealisme dengan kubisme, menggunakan media-media dan teknik-teknik baru seperti airbrush, spray, dan lain sebagainya. Kehadiran percobaan baru ini dapat dikatakan berhasil dalam rangka menawar definisi-definisi lukisan yang sudah mapan, terutama pada periode setelah konsep lukisan mendapatkan pengaruh besar dari pop art dan fotografi. Selain bereksperimen dengan lukisan, seniman-seniman jalanan ini merambah juga media-media yang mapan dalam seni rupa kontemporer seperti video art, instalasi, patung atau objek tiga dimensi, sehingga menarik bagaimana gaya jalanan ini diaplikasikan dengan beragam pendekatan. Karenanya, menjadi menarik untuk menarik kecenderungan global ini ke dalam ranah seni di Indonesia. Salah satu seniman jalanan yang cukup populer di kalangan anak muda subkultur adalah Darbotz. Ikon-ikon visualnya telah muncul di jalanan Jakarta sejak 5 tahun terakhir dan menjadi salah satu ikon jalan yang paling populer di kelompok subcultur tersebut. Sensibilitas visual darbotz dalam merespon ruang menunjukkan ketajaman yang tinggi dan keberanian untuk melakukan eksperimentasi-eksperimentasi unik. Selain membuat karya di jalanan, belakangan ia terdorong pula mengeksplorasi medium baru, termasuk lukisan atas kanvas, objek tiga dimensi dan item merchandise



2010_ruru-gallery_front-e-flyer_drawma

2010_ruru-gallery_back-e-flyer_drawma

ruangrupa mempersembahkan:


Pameran Seni Gambar

Marishka Soekarna – PinkGirlGoWild – Monica Hapsari
DRAWMA

drawing, installation, object

Kurator: Indra Ameng
Pembukaan pameran:

Jum’at, 16 April 2010

Pukul 17.00 – selesai


Dimeriahkan oleh:

The Wispy Hummers

DJ Iman Fattah

DYNOMONK

DJ DAVKILLZ Vs DJ AK-47


Pameran:
17 April – 1 Mei 2010

(buka Senin - Sabtu pukul 11.00 – 21.00)

RURU Gallery
ruangrupa
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6, Jakarta Selatan 12820
t/f: +62 21 8304220
e-mail: info@ruangrupa.org
www.ruangrupa.org

Pada pameran yang kedua di 2010 ini, RURU Gallery mengundang 3 seniman perempuan yang selama ini telah menekuni seni gambar dan mengembangkan karya drawing-nya. Masing-masing memiliki gaya dan kecenderungan sendiri untuk mengeksplorasi seni gambar ke berbagai medium.

Marishka Soekarna, lulusan jurusan seni grafis FSRD ITB, banyak membuat karya gambar dengan menggunakan gaya ilustrasi pada cerita pendek atau buku cerita. Gambar-gambarnya seperti corat-coret dalam diary yang mengandung cerita personal keseharian, namun menampakkan kesan surealis.

Pink Girl Go Wild, lulusan jurusan Desain Komunikasi Visual FSRD Univ. Trisakti, karya gambarnya dimulai dari membuat desain karakter yang kemudian diaplikasikannya ke berbagai macam produk seperti toys, kursi, wallpaper dan digital print. Gambar-gambarnya menyerupai imajinasi dunia anak kecil dan sekaligus dekoratif.

Monica Hapsari, lulusan jurusan Kriya Tekstil FSRD ITB, bekerja di dunia fashion dan majalah baik sebagai fashion stylist ataupun illustrator. Karya gambarnya banyak dipengaruhi oleh dunia fashion dan Monica mampu membawanya ke dunia seni murni.

Dalam pameran di RURU Gallery kali ini, ke 3 seniman ini akan menampilkan eksplorasi terbaru dari karya drawing mereka. Bukan merupakan sebuah karya kolaborasi, tapi ke 3-nya akan mencoba membuat “ruang”-nya masing-masing melalui seni gambar.


Vinyl Attack Exhibition & Gardu House Launching


Saturday, April 17, 2010 at 17.00 - 22.00 WIB
Jl.Madrasah, Komp. Departemen agama no.12
Gandaria Selatan, Fatmawati
Jakarta Selatan 12720

Gardu House
Gardu House, didirikan secara kolektif oleh para street artist yang juga tergabung di Artcoholic merupakan sebuah workshop sekaligus galeri rumahan non-profite yang diperuntukan sebagai ruang alternatif bagi para street artist untuk memamerkan karya-karya mereka selain ditembok jalan. Gardu House juga sebagai wadah untuk para street artist untuk saling mengenal dan berkolaborasi dalam sebuah projek dan pameran bersama dengan semangat untuk semakin memajukan street art di Indonesia.
Selain ruang pamer, Gardu House juga menyediakan merchandise shop dimana para street artist bisa menaruh merchandise, artwork atau apapun yang berhubungan dengan street art untuk dipasarkan ke publik.
Kehadiran Gardu House diharapkan sedikit banyaknya dapat memberikan kontribusi dalam mendorong pergerakan street art kearah yang lebih baik lagi. Memberikan ruang gerak yang lebih kepada street artist serta menjadi gardu penyalur karya teman-teman street artist ke khalayak agar dapat diapresiasi dengan lebih luas lagi selayaknya fungsi Gardu secara literal.

Project No.1 “Vinyl Attack !!”
Vinyl atau piringan hitam sejatinya adalah sebuah benda yang berfungsi untuk menyimpan data musik. Kehadiran vinyl membawa andil besar dalam kemajuan musik dunia. Seiring berkembangnya waktu, fungsi vinyl kini sudah tergantikan dengan compact disc dikarenakan bentuknya yang lebih kecil serta produksinya yang lebih mudah dan murah.
Atas nama merayakan kultur musik era vinyl, Gardu House mengundang teman-teman street artist baik crew maupun perorangan dari beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya dan lain-lain untuk merespon vinyl yang kami bagikan sebagai media untuk menuangkan karyanya dalam bentuk kreasi masing-masing. Kenapa vinyl ? kenapa tidak ?! dunia street art memiliki hubungan yang sangat dekat dengan dunia musik. Bahkan bisa dibilang tidak dapat dipisahkan untuk salah satu genre musik tertentu. Selain itu, kami juga percaya bahwa sebuah karya seni dapat dituangkan kedalam berbagai jenis media alternatif seperti vinyl tanpa mengurangi nilai estetis dari karya tersebut.
Karya vinyl teman-teman nantinya akan dipamerkan di Gardu House sebagai pameran bersama dan dibuka untuk umum. Pembukaan pameran project perdana dari Gardu House ini juga akan menjadi acara peresmian pembukaan Gardu House sebagai ruang seni yang terbuka untuk siapa saja yang memiliki minat terhadap dunia street art. (toxicologie)

WITH OUR LOCAL ARTIST
ARKS, ARTCOHOLIC, TOTER, TUTU ,MASE CREW, PINKGIRLGOWILD, THE POPO, THE RATS (BDG) ,PROPAGRAPHIC, RHARHARHA , STENZILA, FAB FAMILY (BDG), KARMA , ISENG , DARBOTZ ,MEDIA LEGAL, YELLOW DINO (BDG) , PLSCK, K.SEGART, MORDEN, MUTE (BDG) ,LOVE HATE LOVE (YK), SQUAD CORE (YK), ADD17 KAMENGSKI, MNC (SBY) MONSTA JAM (BKS), NTA, SELO, FTB (BDG-JKT), MULO ,CHOCO7 , XAIT , PAY AIR GRAFIX, ERJE, TTC, HAPPY AROGANT , JAH IPUL, UNCLE JOY, NAW CREW (TUBAN), SLEECK (MALANG)

CP: (021) 98595619 / (021) 93670048

Support by:
Provoke Magazine
Tembokbomber.com


Graffiti Competition FASB BEM FE UNTAR tanggal 11 Mei 2010

@ KAMPUS II FAKULTAS EKONOMI UNTAR (samping mall citraland)
Jl. Tanjung Duren Utara No. 1 - Jakarta Barat

Tema : bebas asalkan ada tulisan CAUTION
media triplex dasar putih ukuran 244 x 122cm
alat peserta bawa sendiri
waktu 4 jam
warna dominan: hitam dan kuning

1 team mendapatkan 5 kaleng pylox - free.
batas pilih warna s/d tanggal 3 mei 2010.
lewat dari tanggal 3 mei, warna pylox sesuai stok yang ada.

biaya pendaftaran per tim Rp. 85.000,-
1 tim maksimal 3 orang
menyerahkan fotokopi KM/KTP/KP

Juara 1:Rp1.500.000 (tropy+piagam)
Juara 2:Rp1.250.000 (tropy+piagam)

juri : the popo & maze 'IKJ'

CP:
085694608441 ( vita )
058782617197 ( hara )

Uda bisa daftar!!!
langsung aja daftar ke CP nya..

Sunday, February 14, 2010


The real urban culture scene has arrived. Urban culture adalah budaya perkotaan. Kota-kota di seluruh dunia, masa kini dan masa lampau. Sebuah budaya yang menjamur dan mengisi ruang publik, baik itu dari segi seni aktivitas lainnya. Sebuah budaya yang timbul karena kejenuhan terhadap apa yang sudah ada. Sebuah budaya yang timbul akibat pertemuan berbagai budaya dan interest yang ada.

Beberapa menyebutnya sebagai street culture. Namun urban culture tidak lagi identik dengan budaya ‘jalanan’, karena siapapun yang tinggal di kota berhak menganut budaya ini. Well, walaupun definisi yang kita berikan berbeda-beda, yang penting kita tetap memiliki spirit yang sama. Urban spirit.

Berikut ini hal-hal yang patut Anda ketahui tentang urban culture. Dengan tujuan, pada akhirnya Anda dapat membuat definisi versi Anda sendiri mengenai urban culture.

A Aksara Toko buku dan recording company yang sarat dengan ide, kreativitas, dan event yang sangat mencerminkan karakter urban. / Artcoholic Salah satu komunitas bomber di Jakarta. / Adidas Fashion brand yang barkarakter sporty, edgy, dan urban.

B Bomber Sebutan bagi orang-orang yang membuat graffiti. / Breakdance Salah satu eleman wajib di setiap urban event. / Be@rbrick Urban toys brand yang berbasis di Jepang. / The Butter Factory Bar di Singapura yang sangat edgy dan menampilkan elemen-elemen urban art.

C Copula Duo artist dengan visi ingin selalu membuat sesuatu yang baru. / Cities Medium dari urban culture itu sendiri, yaitu kota.

D Designer Toy Hasil obsesi menempatkan mainan sebagai sebuah karya seni. Dikenal pula dengan sebutan art toys atau urban toys. / DJ Elemen penting yang menghadirkan musik di scene ini. / Darbotz Artist dalam bentuk karakter yang menyerupai cumi-cumi.

E Exhibition Salah satu hasil sebuah proyek atau obsesi setiap seniman urban.

F Footurama Sebuah media webmagazine, salah satu yang berada di belakang kesuksesan MediumRare dan Sneaker Pimps.

G Graffiti Sebuah karya seni berupa coretan garis dan warna yang ada di tembok-tembok atau di pinggir jalan, ekspresi dari pembuatnya. / Goodguysneverwin Salah satu brand mainan lokal.

H Hip Hop Salah satu musik yang paling dekat dengan urban culture, sering ditemukan saat event-event urban berlangsung.

I iPod Produk keluaran Apple yang mengguncang kota dan membuat setiap warga urban merasa harus untuk memilikinya.

J Jakarta Kota urban tempat kita tinggal.

K Kidrobot Salah satu pelopor creator dan retailer untuk limited edition toys, clothing, mini-figures, artwork, dan buku.

L Litestreetwear Local clothing brand yang berkarakter muda dan urban. / Lomo Kamera.

M Mediumrare Pameran urban art dan sneakers pertama di Indonesia, digelar tahun 2005. / Music Salah satu elemen yang berjasa atas berkembangnya budaya urban.

N Nike Salah satu urban brand kesukaan banyak orang, khususnya koleksi sneakers-nya yang termasuk limited edition atau rare items.

O Okami Game hasil kreativitas dari creator Viewtiful Joe yang penampilan visualnya sangat mengesankan. The art direction of this game is a real innovasion!

P Populo Icon Butik urban yang menghadirkan koleksi fashion items dan mainan urban. / Party Essential for urban people.

Q Qee Urban toys yang berbasis di Hong Kong.

R Royal Consortium Local art toys. / ruangrupa Sebuah ruang bagi para seniman Jakarta yang mendukung perkembangan seni dan budaya.

S Skateboard Olahraga yang bertransformasi menjadi gaya hidup anak-anak muda urban. / Sneakers Fashion item yang mencerminkan gaya urban. / Sevenohseven Concept store favorit kaum urban Jakarta. / The Slyndicates Character design studio. / Sneaker Pimps Sneakers exhibition paling sukses yang pernah ada di Jakarta.

T T-shirt Seperti sneaker, fashion item lainnya yang mencerminkan urban style. / Tembok Bomber Bomber community.

U Urbanism Urbanisme, aliran penganut gaya hidup urban. / UBC A local graffiti crew.

V Visual Elemen penyemarak lainnya dalam kategori urban art. / Video Art Sebuah tayangan visual yang mengutamakan nilai seni, bergaya kontemporer. / Vespa Shall we put it here?

W Whatnot Event promoter dan creative consultant, oknum lainnya di belakang kesuksesan MediumRare dan Sneaker Pimps. / Website Salah satu media yang paling tepat untuk tampil bagi para urban artist.

X X-Generation Pemegang peranan terpenting atas berkembangnya budaya urban.

Y Youth Being young.

Z Zook York Skate label yang berbasis di New York, menampilkan kolaborasi dari skateboarders dan seniman graffiti.

arks (Fantastic Crew, UBC), nsane5 (MASE, UBC), apriliaCantik, pinkgirlgowild (Royal Consortium), inarticulate (Royal Consortium), Morden (UBC, KMC), Andaru (Lite), oo (Artcoholic), Muth (Artcoholic), Adnan (Artcoholic), Break13 (Artcoholic), Rest (Artcoholic), Bujangan Urban (Artcoholic), Yeah (Artcoholic), Caky (Artcoholic), Asung, Ameng (ruangrupa), Lovelly Ariesty (Kuaci, Bunga Matahari), Leo (Zeke & The Popo, Otomotion), Wina (Madamistery), Si Jono, Fabi, Intan, Odeq, Kresna, Raymond, Sisca, Adrian (Dub Containers), Edo Wallad. (momo)

Saturday, February 13, 2010

GRAFFITI


DEFINISI GRAFFITI
Manco menuliskan bahwa seni graffiti senantiasa
berkembang secara terus-menerus (Manco, 2004:7).
Setiap hari, lapisan cat dan poster-poster yang baru
saja ditempel, bermunculan hanya dalam waktu
semalam di tiap kota yang ada di seluruh dunia.
Proses pembaharuan yang terjadi secara terusmenerus
terhadap tanda-tanda dan karya seni–karya
seni ini dibuat di atas lapisan karya graffiti lama yang
sudah memudar dan pada permukaan-permukaan
yang rusak dari sebuah kota. Tampaknya, graffiti
memang sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan
dari sebuah kota.
Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan
graffiti? Susanto menjelaskan, bahwa graffiti berasal
dari kata Italia “graffito” yang berarti goresan atau
guratan (2002:47). Penulis Arthur Danto (2002:47)
menyebutnya dengan demotic art atau yang memiliki
dan memberi fungsi pada pemanfaatan aksi coratcoret.
Pada dasarnya aksi ini dibuat atas dasar antiestetik
dan chaostic (bersifat merusak, baik dari segi
fisik maupun non-fisik).
Graffiti (juga dieja grafitty atau grafitti) adalah
kegiatan seni rupa yang menggunakan komposisi
warna, garis, bentuk dan volume untuk menuliskan
kalimat tertentu di atas dinding. Alat yang digunakan
biasanya cat semprot kaleng. Menurut Wikipedia
(n.d., 19 Januari 2006), graffiti adalah salah satu
tulisan ataupun penanda yang dengan sengaja dibuat
oleh manusia pada suatu permukaan benda, baik itu
milik pribadi ataupun publik. Sebuah graffiti dapat
berupa sebuah karya seni, gambar ataupun kata-kata.
Ketika suatu graffiti dikerjakan tanpa sepengetahuan
pemilik properti, maka graffiti tersebut dapat
dikategorikan sebagai sebuah vandalism. Graffiti
sendiri telah ada paling tidak sejak peradaban kuno
seperti zaman Yunani Klasik dan Kerajaan Roma.
Kata “Graffiti” merupakan kata jamak dari
“graffito”. Bentuk singularnya sendiri cenderung
tidak jelas artinya dan pada sejarah seni penggunaan
kata tersebut mengacu pada pembuatan karya seni
yang dihasilkan dengan menggoreskan/mengguratkan
desain pada suatu permukaan. Istilah lain yang
berhubungan dengan graffiti adalah sgraffito, yaitu
suatu cara membuat desain dengan menggores
melalui satu lapisan dari suatu warna/pigmen untuk
memperlihatkan lapisan yang ada dibawahnya. Semua
kata-kata ini berasal dari bahasa Itali, yaitu graffiato,
bentuk lampau dari graffiare (to scratch/ menggores);
para pembuat graffiti pada zaman dulu menggoreskan
karya mereka pada tembok-tembok sebelum adanya
cat spray, seperti yang kita lihat pada mural-mural
atau fresko. Kata ini berasal dari bahasa Yunani
γραφειν (graphein), yang artinya “menulis”.
Bambataa menjelaskan, bahwa graffiti atau graf
adalah salah satu dari empat unsur dalam kultur hiphop
(2005:85). Tiga unsur lainnya adalah break
dancing, DJ-ing dan rappin’. Graffiti dimulai sebagai
seni urban underground yang ditampilkan secara
mencolok di area-area publik, biasanya di temboktembok
gedung. Graffiti digunakan oleh para warga
kota untuk menyatakan komentar sosial dan politik,
seperti halnya geng-geng biasa menyebutkan kawasan
yang menjadi kekuasaannya. Tidak ada kesepakatan
kapan graffiti lahir dan tentang tempat kelahiran awal
graffiti. Namun beberapa referensi menyebutkan
bahwa graffiti dimulai di New York pada awal 1970-
an bersamaan dengan lahirnya breakdance.
Meskipun ada anggapan bahwa graffiti ‘klasik’
mengalami stagnasi dalam pergerakannya, tetapi
selentingan melalui majalah graffiti yang muncul
belakangan ini ataupun kunjungan ke hall of fame
setempat menunjukkan dengan jelas bahwa ada begitu
banyak perubahan yang terjadi sejak tahun 1980-an.
Dalam pemberontakan terhadap gaya umum, seniman
menghancurkan peraturan graffiti yang tidak tertulis
untuk menciptakan bentukan grafis yang baru dan
imej lain diluar 3-D dan penulisan wild-style.
Graffiti artistik sendiri menunjuk kepada bentuk
tag (tulisan) yang terolah melalui bahasa visual yang
estetik. Secara bentuk, graffiti tersebut dituliskan
dengan pemanfaatan logotype atau juga kaligrafi yang
biasa disebut di kalangan street artist sebagai street
logos (Manco, 2004:8). Penggunaan tag secara
pictographic symbol sering dipakai untuk menunjukkan
berkomunikasi secara visual dengan audiens.
Sehingga akan mudah didapati graffiti yang seakan
tidak bermakna, namun bila dibaca dengan sangat
teliti melalui proses pembacaan graffiti yang rumit,
maka graffiti artistik menyimpan banyak makna yang
sarat pesan sosial.
Dari bentuk yang lain, graffiti artistik akan
ditemui melalui penggunaan warna yang maksimal.
Penggunaan warna ini mendukung pada pemilihan
bentuk graffiti yang dibuat. Warna biasanya menyesuaikan
dengan space yang ada, meskipun kebanyakan
warna yang dipakai adalah warna-warna cerah.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons